Crinum asiaticum
adala nama ilmiah dari Bakung, di
Indonesia diberi nama bakung, orang Palembang menamainya bawang hutan, orang
jawa member nama bawang brojol.
Bakung berasal dari Asia tenggara,
Bakung tumbuh baik di tempat teduh saja, pinggir sungai, pinggir danau atau
telaga. Tinggi pohonnya hanya sekitar satu meter, umbinya besar berlapis-lapis
dan daunnya seperti pita. Urat-urat daunnya tampak jelas, lurus seajar.
Bunganya banyak atau majemuk sejajar dan besar. Setiap tangkai bisa 20 sampai 40
kuntum, bentuknya seperti corong berumbai-rumbai. Bunga biasa mekar pada sore
hari, banyak orang yang suka karena harum baunya.
Selain bunganya yang harum bakung
juga dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan herbal seperti : luka frambusia
atau patek, caranya dengan menumbuk biji bakung dan campur dengan sedikit
minyak seteleh selesai, oleskan pada luka frambusia atau patek tersebut.
Bakung juga berguna untuk
mengilangkan racun pada luka seperti bekas gigitan binatang atau serangga.
Caranya menumbuk umbi bakung dan menutupkannya pada luka.